Sahifa fully responsive WordPress News, Magazine, Newspaper, and blog ThemeForest one of the most versatile website themes in the world.

Sikap Sekretaris Dalam Hubungan Antar Manusia

Tips Berbusana Sekretaris
Kepribadian Bagi Seorang Sekretaris

Sikap Sekretaris Dalam Hubungan Antar Manusia

 

1. Discretion (bijakan)

Sekretaris harus bersikap hati-hati, pandai menjaga mulut, menentukan mana yang boleh dikatakan dan mana yang tidak boleh, menentukan hal yang harus diperbuat dan hal yang harus dihindari. Contoh : secara tidak sengaja sekretaris membaca surat berisi usulan pemecatan seorang karyawan maka ia tidak boleh memberitahukan hal ini kepada siapapun.

2. Consideration (pertimbangan)

Bersikap mempertimbangkan secara rasional tindakan yang akan dilakukannya dengan menitikberatkan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadi. Contoh : Sekretaris mempunyai janji dengan pacarnya, namun tiba-tiba harus bekerja lembur, maka sekretaris harus membatalkan janji dengan pacarnya, Sekretaris sedang mengetik surat, tiba-tiba ada tamu, maka sekretaris harus menemui tamunya dulu.

3. Tactful (taktis)

Sikap hati-hati dan pandai memilih kata dalam berbicara, sehingga membuat orang lain merasa senang dalam berhubungan dengannya, misalnya dalam hal :

a. Memilih kata yang tepat di dalam berbicara.

Pertama-tama kenali dulu siapa yang menjadi lawan bicara. Gunakanlah kata-kata yang sopan da halus , gunakan kata-kata yang tidak menyinggung perasaan.

b. Tindakan

Sebelum berindak, cermati dulu situasi dan kondisi pada saat itu.

c. Komentar

Berilah komentar bila dianggap perlu, dengan memilih kata-kata yang tepat.

d. Memberi muka kepada orang lain

Bila perlu hal ini dilakukan dengan pura-pura tidak dengar atau tidak mengetahui sesuatu.

e. Loyality (kesetiaan)

Bersikap setia dan jujur terhadap pimpinan khususnya, perusahaan pada umumnya. Tumbuhnya sense of longing (rasa ikut memiliki), serta menjaga nama dan citra perusahaan.

Loyalitas dapat ditunjukan dalam bentuk tindakan seperti : Jangan licik atau main curang, Bukan penghianat, bukan pula pemfitnah, Selalu siap membantu kesulitan ataupun kesibukan pempinan, Tenggang rasa terhadap pimpinan ataupun orang lain.

4. Objective (obyektif)

Sikap menilai ataupun mempertimbangkan suatu masalah haruslah rasional, jangan berdasarkan kepentingan atau perasaan diri sendiri saja. Menilai sesuatu sebaiknya berdasarkan fakta, jangan dikira-kirs atau hanya diduga.
 
error: Content is protected !!